Sabtu, 8 Agustus Agustus 2026 00:00:00 WIB
Admin

📰 Berita & Warta Terkini

Informasi terbaru seputar perkembangan pariwisata, kegiatan daerah, dan warta Indragiri Hilir

Kepala Disparporabud menjadi narasumber pada acara workshop Pengembangan Produk 🏷️ Pariwisata & Budaya
26 Feb 2019

Kepala Disparporabud menjadi narasumber pada acara workshop Pengembangan Produk

Kepala Disparporabud menjadi narasumber pada acara workshop Pengembangan Produk-Produk Unggulan melalui Pendekatan SCM (supply chain management). Kegiatan ini diinsiatori oleh LSM the green foundation indonesia yang juga membina beberapa desa di Kab. Inhil dalam pengembangan produk desa. Workshop dilaksanakan di hotel Inhil Pratama, dibuka oleh Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa. Hadir dalam acara tersebut kepala desa, kelompok masyarakat pelaku usaha kriya dan kuliner, perusahaan PT MSK, PT Inhil Pramata, PT. BDL, PT RIA, Kabid Industri, Kabid Pariwisata, Kasi UKM.  Kadis Parporabud menyampaikan beberapa hal terkait bauran pemasaran seperti produk yang unik dengan kemasan yang cantik, merk dan informasi yang jelas berkaitan dengan produk. Harga yang terjangkau. Tempat produk tersebut dijual sehingga mudah didapatkan oleh wisatawan serta promosi produk yang dapat dilakukan melalui event dan website inhilnanmolek salah satunya Berita ini telah terbit tanggal 26/02/2019

Baca Selengkapnya
Partisipasi Disparporabud dalam Millennial Road Safety Festival 2019 🏷️ Pariwisata & Budaya
24 Feb 2019

Partisipasi Disparporabud dalam Millennial Road Safety Festival 2019

Ada yang berbeda pada moment CFD hari Minggu 24 Februari 2019 di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. Keseruan acart Millennial Road Safety Festival diawali dengan jalan sehat yang ikuti ribuan masyarakat terutama millennial. Selain itu ada yang berbeda kali ini dengan adanyaMillennial Entrepreneur Expo, dan Dinas Parporabud Inhil ikut serta membuka stand booth yang menampilkan destinasi dan daya tarik wisata, dan Bujang dan Dara Inhil ikut serta membagi-bagikan leaflet dan brosur pariwisata Inhil. Stand Disparporabud juga menampilkan ekonomi kreatif berupa kriya batik dan tanjak sebagai upaya melestarikan budaya. Bagi millennial yang ingin belajar membatik dapat mencoba di stand booth Disparporabud.   Berita ini telah terbit tanggal 24/02/2019

Baca Selengkapnya
Event Wisata Religi Gema Muharram Pecahkan 3 Rekor MURI dan 1 Rekor Dunia 🏷️ Pariwisata & Budaya
11 Dec 2018

Event Wisata Religi Gema Muharram Pecahkan 3 Rekor MURI dan 1 Rekor Dunia

Event Wisata Religi Gema Muharram telah memecahkan 3 rekor MURI, dan 1 rekor Dunia (Guiness Book of World Record) yaitu : Rekor MURI untuk Buka Puasa Dengan Bubur Assyura Terbanyak pada Gema Muharram Tahun 2014 Rekor MURI untuk Sholawat Nariyah Dengan Peserta Terbanyak pada Gema Muharram Tahun 2015. Rekor MURI untuk Pembacaan Barzanji diiringi Berdah Dengan Peserta Terbanyak pada Gema Muharram 2016 Rekor Dunia diperoleh untuk Sajian Tabak Bunga Telur Terbanyak pada Gema Muharram 2017 Pada Tahun 2018, Event Wisata Religi Gema Muharram memperoleh Penghargaan Juara 3 Anugerah Pesona Indonesia 2018 oleh Kementerian Pariwisata untuk kategori Wisata Halal Terpopuler. Event Wisata Religi Gema Muharram selain merupakan event daerah yang dilaksanakan untuk memeriahkan tahun baru Islam, event ini juga telah menjadi agenda event pariwisata Provinsi Riau dalam Riau Menyapa Dunia dari Negeri Hamparan Kelapa Dunia yang dikenal dengan Inhil Nan Molek dengan berbagai objek wisata alam dan budaya yang menarik.

Baca Selengkapnya
Pemkab Inhil Akan Selenggarakan Festival Sampan Leper, Ini Jadwalnya 🏷️ Pariwisata & Budaya
24 Jul 2018

Pemkab Inhil Akan Selenggarakan Festival Sampan Leper, Ini Jadwalnya

TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan menyelenggarakan Festival Sampan Leper pada 28 dan 29 Juli di Kuala Getek, Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan. Iven wisata khas daerah ini merupakan iven tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya. "Berdasarkan kalender iven pariwisata Inhil tahun 2018, Festival Sampan Leper akan diselenggarakan tepat pada hari Sabtu 28 Juli ini. Kegiatan berlangsung selama dua hari," ungkap Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, Minggu (22/7/2018). Bagi masyarakat yang berminat, dikatakan Bupati, pihak panitia penyelenggara telah membuka kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta dimulai pada 20 sampai 27 Juli di kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. "Festival ini dibuka untuk umum. Kami juga mengimbau kepada seluruh OPD dan instansi vertikal untuk turut berpartisipasi dalam Festival Sampan Leper tahun 2018 ini," pungkas Bupati. Lebih lanjut, Bupati menyebutkan, perlombaan sampan leper nantinya akan dibagi menjadi 2 kategori, yakni kategori beregu dengan jumlah 2 sampai 3 orang dan kategori perorangan.

Baca Selengkapnya
Festival Gema Muharram 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Gema Muharram

Lazimnya di kawasan-kawasan Melayu Riau, mayoritas penduduk Kabupaten Indragiri Hilir pemeluk agama Islam. Maka tak heran, kebudayaan Islam yang sangat kental disana. Seperti salah satunya pada penyambutan Tahun Baru Hijriah yang sejak dahulu kala sudah dilakukan masyarakat seantero Inhil hingga ke ceruk-ceruk kampungnya. Berbeda dari tempat lain yang juga mengadakan acara untuk penyambutan Tahun Baru Islam ini dan biasanya diisi dengan acara do’a bersama dan tausyiah saja, di Indragiri Hilir, tepatnya di ibukotanya Tembilahan, acara dibuat sangat meriah. Masyarakat akan tumpah ruah meramaikan acara yang diadakan 10 hari ini, khususnya dihari ke 10 yaitu hari puncak dalam helat yang kini diberi nama Gema Muharram. Sejak Pemkab Inhil menatanya rapi, khususnya sejak Inhil dipimpin Bupati H. Muhammad Wardan, 2104 lalu, kegiatan yang diangkat dari budaya masyarakat lokal ini kemeriahannya memang terasa berbeda. Ribuan masyarakat se-Indragiri Hilir akan berbondong ke lapangan Gajah Mada, Tembilahan, lokasi pelaksanaan kegiatan. Semakin meriah acara ini pada hari puncak acara itu di 10 Muharram. Bahkan sejak tahun itu pula, kegiatan ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor tersebut adalah untuk kategori “Bubur Assyura Terbanyak” pada tahun 2014, “Penampilah Shalawat Nariyah Terbanyak” pada tahun 2015, dan “Penampilan Penabuh Berdah Terbanyak” pada tahun 2016, serta “Tabak Bunga Telur Terbanyak” pada tahun 2017. Event yang kini telah menjadi agenda tahunan tersebut, setiap tahunnya akan diselenggarakan pada tanggal 1 sampai dengan 10 Muharram. Pada masa itu, masyarakat memeriahkan tahun baru Hijriah dengan melaksanakan kegiatan yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur dan kualitas keagamaan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi, do’a bersama pergantian tahun, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, tabligh akbar, tausiah, pawai ta’aruf, dan bermacam perlombaan keagamaan seperti lomba shalawat nariyah, lomba pembacaan syair ibarat, hingga lomba pembacaan puisi religi, dan pertunjukan teater religi. Salah satu hal yang menarik dalam Event ini adalah memasak Bubur Assyura. Bubur yang pada sejarah zaman Nabi Muhammad SAW dimasak masa-masa perang, turut dilakukan oleh masyarakat Indargiri Hilir. Bubur Assyura merupakan bubur yang pada pengolahannya mencampurkan beberapa bahan makanan. Sehingga memiliki rasa khas jika dinikmati. Tradisi memasak Bubur Assyura ini sudah lahir dari zaman dahulu di kalangan masyarakat Indragiri Hilir. Namun, dibawah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kegitan tersebut menjadi event masak bersama dalam rangka menumbuhkan nilai hidup bergotong royong dan kekeluargaan.   Daya Tarik Festival Gemu Muharram di hari ke sepuluh (puncak) yang biasanya akan dihadiri puluhan ribu orang. Pertunjukan-pertunjukan Religi setiap malam selama 10 hari penuh Lokasi : Kota Tembilahan Rangkaian Kegiatan : Tanggal 1 Muharram Pawai Doa pergantian Tahun Baru Hijriah Ceramah Agama  Tanggal 2 - 9 Muharram Lomba dan Pertunjukan Seni Islam Bazaar Tanggal 10 Muharram Perayaan Puncak Berbuka Puasa Bersama dengan Bubur Asyura Aksesibilitas Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam)

Baca Selengkapnya
Pemilihan Bujang dan Dara 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Pemilihan Bujang dan Dara

Nama Event : Bujang Dara Tanggal Event : 9-10 Agustus Tempat Acara : Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Deskripsi Iven : Ajang Bujang Dara ini diadakan untuk melestarikan nilai-nilai Budaya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu juga memberdayakan kemampuan  mental bujang dara Inhil untuk dilatih di uji pengetahuannya baik pengetahuan Budaya maupun Kepariwisataan daerah khususnya di Indragiri Hilir.

Baca Selengkapnya
Karnaval Budaya 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Karnaval Budaya

Nama Event : Inhil Culture Festival Tanggal Event : September Tempat Acara : Kota Tembilahan Deskripsi Iven : Ingin Menanamkan kepada generasi muda kecintaan tentang kesenian daerah setiap suku dan etnis yang ada di Indragiri Hilir karena setiap suku memiliki keunikan masing-masing untuk tetap dilestarikan sebagai kostum yang memiliki ciri khas tersendiri.

Baca Selengkapnya
Jelajah Ekowisata Solop 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Jelajah Ekowisata Solop

Event Jelajah Ekowisata Solop (JES) 2017 yang ditaja oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya Pariwisata (Disporabudpar) dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Indragiri hilir. Kegiatan Jelajah Ekowisata Solop yang diikuti ratusan peserta ini disejalankan dengan pencanangan Car Free Day serta Senam Bersama dan Jalan Jantung Sehat di Jalan Swarna Bumi Tembilahan. Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dengan harapan dapat memperkenalkan Ekowisata Pantai Solop kepada dunia luar. Kurang lebih 52 kilometer jarak yang akan ditempuh oleh para pesepeda dengan melintasi empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Tembilahan (Kelurahan Tembilahan Kota, Tembilahan Hilir), Kecamatan Batang Tuaka (Desa Sei Luar, Desa Sei Dusun, Kelurahan Sungai Piring, Desa Gemilang), Kecamatan Gaung Anak Serka (Desa Teluk Pantai, Kelurahan Teluk Pinang, Desa Kuala Gaung), Kecamataan Mandah (Desa Pulau Cawan).

Baca Selengkapnya
Haul Syech Abdurrahman Shiddiq 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Haul Syech Abdurrahman Shiddiq

Tuan Guru Syech Abdurrahman Sidiq atau yang akrab disapa Tuan Guru Sapat merupakan seorang guru agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang cukup tersohor dan banyak memiliki murid yang berasal dari negeri Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jambi dan Palembang. Beliau lahir dikampung dalam pagar, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1867 M (1284H). Ayahnya bernama Muhammad Afif bin Khadi H. Mahmud dan ibunya bernama Shafura dan beliau merupakan keturunan Ulama besar dari Kalimantan bernama Syekh Arsyad Al-Banjari. Sebelum menetap disapat Indragiri Hilir, Tuan Guru Sapat merantau ke Padang (Sumatera Barat) untuk menemui paman beliau bernama As”ad. Ditanah minang tersebut, beliau menjalankan usaha sebagai penyepuh emas sembari berdakwah ke pelosok-pelosok Sumatera Barat berbekal ilmu agama yang telah didapatkannya di Pesantren sewaktu kecil. Sekitar tahun 1886, Tuan Guru memutuskan berangkat ke mekkah untuk lebih mendalami ilmunya. Setelah tujuh tahun menetap dinegeri padang pasir akhirnya Tuan Guru meminta izin untuk pulang ketanah air dengan alasan ingin mengabdikan ilmunya di kampung halaman dan mendapatkan persetujuan dari birokrasi pendidikan Mekkah, setelah sampai di Kalimantan, beliau memutuskan untuk migrasi ke Sumatera tepatnya ke Bangka Belitung dimana Muhammad Affif (ayah beliau) merantau panajang dinegeri itu. Sekitar tahun 1890-an Tuan Guru tiba disapat, Indragiri Hilir. Migrasinya beliau dari Bangka Belitung ke Indragiri Hilir berdasarkan informasi dari seorang saudagar asal Indragiri Hilir bernama Haji Arsyad bahwa Indragiri Hilir (Sapat) memiliki potensi dan membutuhkan seorang ulama seperti Tuan Guru. Seiring berjalannya waktu, Sultan Indragiri (sewaktu itu Sapat adalah bagian dari wilayahnya) mendapat informasi dari panco Atan (warga Indragiri yang pernah belajar dimekkah) bahwa disapat terdapat seorang ulama besar. Atas informasi tersebutlah, Sultan mengundang Tuan Guru untuk bertemu. Pada perbincangan keduanya, muncullah permintaan Sultan Indragiri agar Tuan Guru bersedia menjadi Mufti yakni seorang ahli agama yang ditugaskan oleh Sultan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam khususnya dalam hal perkawinan, mawaris, pengadilan dan perceraian. Namun awalnya, permintaan Sultan tersebut ditolak secara halus oleh Tuan Guru karena alasan masih memiliki tanggung jawab sebagai pengajar dilembaganya yang sebenarnya juga Tuan Guru tidak menyukai akan sebuah jabatan. Akhirnya dengan bujukan Sultan dan demi kepentingan agama diwilayahnya, Tuan Guru bersedia menjadi Mufti dengan syarat diantaranya beliau tetap tinggal di Sapat dan tidak mau menerima gaji dari kerajaan. Permintaan dari Tuan Guru tersebut disetujui oleh pihak istana dan pada tahun 1327 H/1910 M, Tuan Guru diangkat menjadi Mufti Kerajaan Indragiri hingga tahun 1354 H/1935 M. Tidak semata-mata hanya menjadi seorang Mufti, Tuan Guru juga sering pulang pergi menggunakan perahu kecil dari Sapat ke istana Rengat, Indragiri, untuk memberikan pengajian atas permintaan Sultan. Bahkan sebagian pejabat istana pada hari-hari tertentu juga pergi ke Sapat untuk mengikuti majelis ta’lim Tuan Guru. (dikutip dari buku Tuan Guru Sapat karya Abdul Muthalib). Acara haul Tuan Guru Sapat Syech Abdurrahman Siddiq diadakan sebagai bentuk penghormatan atas peran beliau mengembangkan ilmu pendidikan dan pengetahuan agama Islam. Dilaksanakan tiap-tiap tahun bertepatan hari wafatnya Tuan Guru Dapat. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai pelosok nusantara bahkan dari negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Daya Tarik : Makam Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq Sejarah Singkat : Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiqmerupakan seorang yang mempunyai jasa besar dalam kemajuan ilmu agama Islam. Selain pejuang dalam pendidikan Islam, beliau juga merupakan pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia. Lokasi : Dusun Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Sapat (Speedboat, ±10 menit)

Baca Selengkapnya

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang