Sabtu, 8 Agustus Agustus 2026 00:00:00 WIB
Admin

📰 Berita & Warta Terkini

Informasi terbaru seputar perkembangan pariwisata, kegiatan daerah, dan warta Indragiri Hilir

Festival Sungai Indragiri 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Sungai Indragiri

Ketika mendengar kata Pompong masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak asing lagi dengan nama itu. Dimana Pompong digunakan oleh masyarakat Indragiri Hilir untuk transportasi mereka, sebab sebagian masyarakat setempat bertempat tinggal disisi perairan Indragiri hilir. Pompong (Kendaraan laut) dengan alat tenaga penggerak menggunakan mesin diesel ini merupakan ikon masyarakat Indragiri Hilir yang digunakan oleh masyarakat pesisir berpergian melalui perairan sungai Indragiri menuju Ibu Kota Tembilahan. untuk mengangkat budaya lokal masyarakat Indragiri Hilir, masyarakat Desa Sungai Intan menggelar Iven Festival Sungai Indragiri ketiga dengan budaya lokal berupa Pompong Hias dalam rangka memperingati Gema Muharam 1438 H. “Dengan digelarnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Inhil sangat mengapresiasi dimana kegiatan ini sebagai ajang hiburan masyarakat sekaligus menggemakan tahun baru Islam. Semoga kedepan kegiatan tradisional ini menjadi iven kegiatan tahunan. Sebab Pompong adalah simbol kearifan masyarakat Inhil, “Untuk itu saya berharap kepada instansi terkait agar mensufot dan mendukung terus budaya tradisional. Dan kepada masyarakat, saya menyampaikan ucapan terimakasi sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dengan kegiatan ini sekaligus merayakan tahun baru islam, semoga kita memaknai pergantian tahun islam, menjadi pribadi yang baik Nama Event : Festival Sungai Indragiri Tanggal Event : 21 September Tempat Acara : Desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu Deskripsi Iven : Festival Sungai Indragiri diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriah yang diselingi lomba pompong hias yang mana kita ketahui bahwa masyarakat Indragiri Hilir dalam menggunakan transportasi sebagai kendaraan bermotor melintasi sungai-sungai yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Baca Selengkapnya
Festival Sampan Slodang 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Sampan Slodang

Baca Selengkapnya
Festival Sampan Leper 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Sampan Leper

Pada umumnya, sampan merupakan alat transportasi yang digunakan di air. Namun apa jadinya jika sampan digunakan diatas lumpur. Nah, inilah mahakarya masyarakat Indragiri Hilir khususnya Kuala Getek, Kecamatan Tembilahan. Sebagai masyarakat yang hidup dikawasan 'Seribu Parit' dengan kondisi alam yang pasang surut, tidak mematahkan semangat masyarakat untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. Sampan Leper adalah sampan berukuran 1x3 meter yang didesain khusus untuk bisa dikayuh diatas lumpur. Jika secara umum kita memahami bentuk sampan kerucut dibagian bawahnya, namun tidak dengan Sampan Leper. Sampan Leper dibentuk pipih (leper) dibagian bawahnya. Tujuannya adalah saat melintasi lumpur yang padat, bagian bawah tersebut dapat berseluncur dengan mulusnya. Sampan Leper kini menjadi salah satu objek daya tarik wisata di Kabupaten Indragiri Hilir. Dapat pula dikatakan sebagai iven langka di dunia. Setiap musim surut tiba, diadakan iven berbentuk lomba yang menampilkan kebolehan masyarakat dalam mengayuh sampan diatas lumpur. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sekitar bulan Juli saban tahunnya. Sebab pada masa itulah, air disekitar Kuala Getek, Sungai Batang Tuaka, surut dan hanya menyisakan lelumpuran yang padat. Mahakarya Sampan Leper merupakan wujud semangat masyarakat sepanjang Sungai Batang Tuaka, khususnya Suangai Luar, dibalik Legenda si Anak Durhaka. Cerita kejayaan Suangai Luar yang pernah menjadi bandar niaga besar dan ramai, namun tak membuat surut langkah masyarakatnya kala bandar mulai ditinggal akibat pendangkalan yang membuat sungai kini penuh lumpur. Disanalah tercipta mahakarya Sampan Leper, moda transportasi yang mampu membelah lumpur, siap menghantarkan apa saja yang menjadi penumpangnya, khususnya hadil-hasil pertanian yang kini melimpah sebab tanah telah subur dibalik pendangkalan Sungai Batang Tuaka. Jika anda tak dapat masa berkunjung saat iven digelar, jangan takut. Sehari-hari hinga kini, sampan leper masih banyak digunakan masyarakat khususnya didaerah Pekan Arba. Disanalah awalnya Festival digelar, sebelum kini bergeser didaerah Kuala Getek, mengingat mudahnya penonton untuk melihat dari tepian Jembatan Tasik Gemilang yang membelah Sungai Batang Tuaka. Kelucuan peserta yang bersusah payah mengayuh dan terkadang terjatuh di lumpur menjadi tontonan yang cukup menghibur bagi masyarakat yang datang, bahkan dari mancanegara. Objek Daya Tarik Wisata : Pacu Sampan Leper Pacu Sampan Pengasuh Kelapa Sejarah Singkat : Sampan Leper adalah sampan yang didisain untuk bisa dikayuh diatas lumpur. Juga sebuah mahakarya masyarakat Indragiri Hilir di dalam menghadapi fenomena alam yang telah lumrah terjadi di rawa-rawa, yakni terjadinya pasang surut air sungai. Lokasi : Kuala Getek, Tembilahan Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Getek (Jalan darat, ±20 menit)

Baca Selengkapnya
Festival Menongkah 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Menongkah

Diantara ragam ras berbagai suku yang mendiami Kabupaten Indragiri Hilir, terdapatlah pula kelompok Suku Duano. Dari catatan sejarah, Suku Duano merupakan suku Anak Laut yang termasuk ras Proto Malay (golongan Melayu Tua) di Riau. Suku ini sudah ada sejak tahun 2500 SM sampai dengan 1500 SM. Mereka berdiam di pinggir pantai atau teluk-teluk di pesisir Timur Indragiri Hilir. Suku ini termasuk suku nomaden, artinya mereka suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pulau ke pulau lain atau dari satu ceruk ke ceruk lain. Sebagai ‘orang laut’, yang terkenal akan kegigihannya, masyarakat Suku Duano tidak patah semangat untuk hidup di Indragiri Hilir yang terkenal akan alamnya yang keras. Salah satunya terlihat dari budaya tradisi menongkah yang menjadi warisan budaya Suku Duano. Tradisi menongkah yang menjadi warisan budaya suku duano. Tradisi ini terbilang unik dan langka di dunia. Menongkah merupakan aktifitas menangkap kerang (Anadar Granosa) di hamparan padang lumpur dengan menggunakan sebilah papan seperti papan tersebut terbuat dari pohon besar yang sudah tua. Sekilas aktifitas menongkah ini mirip dengan peselancar, hanya saja objek dan teknik yang digunakan jauh berbeda dengan selancar. Tradisi menongkah merupakan wujud semangat Suku Duano menghadapi alam pasang surut Indragiri Hilir. Jikala surut tempas, meninggalkan pantai seresah berlumpur yang luas, disanalah Suku Duano akan menongkah berburu kerang. Mereka berselancar di lumpur dengan menggunakan papan selancar. Dengan mendayungkan kaki dan tangan menolak lumpur agar papan bisa melesit di atas lumpur, disanalah pula kerang-kerang segar siap dikumpulkan. Melalui semangat Suku Duano, kini saban tahun (setiap Juli) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Festival Menongkah. Bertempat di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, ribuan masyarakat akan berkunjung menyaksikan festival warisan budaya ini. Sebagai pengunjung, kita pun dapat merasakan bagaimana sensasi selancar lumpur yang diperlombakan disana, sembari mengumpulkan kerang-kerang di atas pantai lumpur yang mempesona. Kita juga dapat ikuti iven merapah yakni berlari diatas lumpur. Objek Daya Tarik Wisata : Pantai Seresah Bidari Menongkah Kerang Merapah (Berlari diatas lumpur)  Lokasi : Tanjung Pasir Bekawan Concong Luar Pulau Basu Kecamatan : Tanah Merah dan Concong Rangkaian Festival : Menongkah dengan cara menangkap kerang (Anadar Granosa) dihamparan padang lumpur dengan menggunakan sebilah papan seperti papan seluncur, berjalan di lumpur/menapak. Lomba Menongkah kerang terbanyak dalam waktu tertentu. Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan - Tanah Merah (Speedboat, ±45 menit)

Baca Selengkapnya
Festival Bumi Sri Gemilang 🏷️ Pariwisata & Budaya
30 Jun 2018

Festival Bumi Sri Gemilang

Festival Bumi Sri Gemilang merupakan seni serumpun yang sudah digelar 13 kali sejak tahun 2004 lalu. Adapun sanggar yang hadir pada gelar seni serumpun ini antara lain, Sanggar Era Dance Theatre Limited Singapura, Sanggar Bahiyya Dancer Troupe Malaysia, Sanggar Ratnasari Jakarta, Sanggar tari CSPC Serdang Bedagai Sumatra Utara, Sanggar Rumah Gadang, Solok-Sumbar, Sanggar Pinang Merah, K. Tungkal – Jambi, Sanggar Seni Kuantan Mekar, Kuansing, Sanggar Citra Sebati, Tembilahan, Sanggar Sri Gemilang, Tembilahan Untuk itulah Festival Gelar Seni Serumpun kita gelar. Melalui event budaya dan kesenian inilah hubungan antar negeri dan bangsa dapat semakin erat. Selain itu tentulah hubungan silaturahmi kita dapat semakin berkekalan, Event yang digelar, selain dapat menjadi wadah sanggar-sanggar seni yang ada di Inhil dalam berekspresi juga dapat sebagai pembelajaran dengan datangnya sanggar-sanggar seni luar. “Inilah cara kami Pemkab Inhil memberikan ruang berekspresi bagi insan seni yang ada di Inhil ini. Selain itu, kita juga mengharapkan kedatangan para tamu kita dari luar ini tentunya daat menjadi bahan perbandingan dan pembelajaran agar sanggar-sanggar seni kita ke depannya dapat lebih baik Nama Event : Festival Bumi Sri Gemilang Tanggal Event : September Tempat Acara : Di Kota Tembilahan Deskripsi Iven : Inti awalnya pagelaran tari yang sifatnya seni serumpun di kawasan Asean. Untuk menunjang tali silaturahmi antar Negara agar menambah wawasan tentang perkembangan seni dengan cara berkolaborasi dalam saru paket kegiatan yang diisi dengan perlombaan sekaligus gelar serumpun.

Baca Selengkapnya
Ekowisata Pantai Solop 🏷️ Pariwisata & Budaya
22 Jun 2018

Ekowisata Pantai Solop

Pesona Petualangan Hutan Mangrove Alami, Berbalut Pantai Seresah Berada dipesisir Timur Privinsi Riau, tepatnya di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), disitulah Ekowisata Solop berada. Kawasan ini merupakan bagian dari seratus ribu lebih hutan mangrove yang ada di inhil, dengan memiliki berbagai pesona alam permai yang dapat memanjakan anda, khususnya bagi yang memiliki jiwa petualang alam bebas. Pertama yang paling dikenal adalah kawasan Pantai Solop. Pantai yang menjadi salah satu andalan destinasi wisata di Bumi Sri Gemilang itu memiliki pantai putih berkilau dengan kepanjangan sekitar 2 kilometer jika air surut dari bibir pantai luasan pantai ini bisa mencapai 500 meter. Tapi yang paling menarik dari pantai ini adalah pasir putihnya. Pasirnya bukanlah pasir biasa melainkan terbentuk dari seresah yakni gundukan beting serpihan dan fosil kulit biota laut, seperti kerang, siput, senteng, lokan dan sebagainya. Seresah ini membuat pemandangan dan suasana Pantai Solop menyajikan keindahan alami dan langka, yang pastinya sulit untuk ditemukan di tempat lain. Apalgi disaat seresah itu diterpa sinar Sang Mentari, membuatnya berkilau-kilau laksana ribuan kristal putih membentang dihamparan pantainya. Kaki anda pun akan dimanjakan oleh seresah saat menyusuri pantai, lalu anda juga dapat bermain-main air disana, berenang, atau pun memacu adrenalin dengan banana boat yang juga tersedia. Paling banyak yang menjadi buruan para pengabadi gambar (fotografer) dari pantai ini adalah menantikan saat-saat terbitnya mentari (sunrise). Jika anda beruntung anda dapat menyaksikan bagaimana si Raja Siang berangkat dari peranduannya dengan merah merona untuk memberikan kehidupan pada dunia dengan sinarnya. Persis di belakng bibir Pantai Seresah Solop, hutan mangrove alami dengan luas sekitar 40 km persegi menanti untuk disusuri. Dengan dua alternatif yakni tracking kering dan tracking basah, hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Solop menawarkan berbagai kekayaan flora dan fauna langka khas hutan mangrove. Jenis flora, seperti Teruntum Bunga Putih (Lumnitzera Racemosa), Teruntum Bunga Merah (Lumnitzera Littorea), Piyai (Acrostichum Aureum), Bakau Minyak Atau Daek (Rhizophora Apiculata), Lenggadai (Bruguiera Parviflora), Kedabu (Sonneratia Overate), Tumu (Bruguiera Gymnorrhiza), Perepat (Sonneratia Alba), Nyirih (Xylocarpus Granatum), Nyirih Batu (Xylocarpus Moluccensis), Tengar (Ceriops Tagal), Api-Api (Avicennia), sangat mudah kita temui disana. Dengan menyusuri tracking kering (jerambah), kita akan sangat mudah untuk menyusuri indahnya rerimbunan tumbuhan ini. Khusus jalur tracking kering (jerambah), hal yang paling menawan adalah tracking tersebut membentang sekitar 1500 meter debgab berada persis dibawah rimbunan pohon-pohon bakau alami yang telah tumbuh tinggi menjulang. Akarnya yang saling silang dengan ketinggian mencapai 2 meter, memberikan fenomena unik. Puas menyusuri di dalam rerimbunan pohon bakau itu, persis ditengah hutan menanti pula menara pantau (pandang) setinggi 12 meter. Dari menara yang persis setinggi rimbunnya hutan disana tentu akan memberikan anda sudut pandang berbeda pula. Rimbunnya hutan dikawasan ini memang menjadi syurga pula bagi satwa-satwa liar. Maka jangan heran jika disana kita dengan mudah akan bertemu dengan Elang Bondol, Elang Laut, Bangau Tongtong Dan Monyet-Monyet yang bergelayut dibalik rerimbunan hutan mangrove. Ditengah rerimbunan hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Solop, membentang pula satu sungai kecil yang bernama Sungai Kenceng. Inilah tracking basah, track yang disediakan oleh Sang Pencipta Alam. Jika air pasang, menggunakan sampan kecil atau jongkong milik masyarakat, kita dapat menyusuri sungai ini untuk menikmati akar tunjang mangrove yang menjurai terjuntai di kiri kanan sungai. Disana bisa pula untuk mencoba menangkap kepiting bakau atau ketam dengan menggunakan alat tangkap yang bernama pento. Ketam (scylla spp) yang disebut mangrove crab dan mud crab dengan capit atau sepit besar, berkembang biak disela-sela akar tunjang hutan mangrove yang lestari dikawasan ini. Tak cukup sampai disitu, disana bisa pula mencoba bagaimana rasanya mencari Lokan (Polymesoda Expansa) jenis moluska yang kulit dan dagingnya lebih besar dari kerang dara, dilopak antara rerumpunan batang Piyai. Selain itu, coba pula sensasi memungut siput borongan dan siput hisap untuk dimasak dan dinikmati bersama-sama. Bagi anda yang hobi memancing, disini juga merupakan daerah yang pasuntuk anda coba. Siapa tau nasib anda beruntung, rasakan bagaimana sentakan ikan Sembilang (Euristhmus Microceps) yang parasnya serupa ikan Lele dengan sengat patil yang beracun, saat menarik-narik kail anda. Jika belum puas memancing, bisa keluar dari anak sungai ini menuju Kuala Igal, Kuala Pelanduk Dan Kuala Mandah untuk melempar joran menunggu sambaran ikan Senangin, Kakap, Kurau, Senonggang, Pari dan lain sebagainya. Pesona Kawasan Ekowisata Solop dapat ditempuh sekitar 75 menit menggunakan speedboat dari Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir. Anda bisa memilih turun di Belingkas yakni ibukota dari Desa Pulau Cawan atau langsung ke Solop yang berjarak tak lebih 5 menit. Pesona unit Ekowisata Solop juga dapat dinikmati di Belingkas. Desa yang menyajikan pantai lumpur yang membentang saat surut tempas, dikala pasang menawarkan pesona lumba–lumba meloncat dari permukaan air, sambil mengeluarkan suara tentang kegembiraan. Dari kampung ini, cahaya senja dengan mentari merah saga kadang kala jingga merona, saat Sang Surya akan kembali ke peraduannya (sunset) dapat pula kita lihat dengan mata kepala. Saat malam menjelang, anda bisa memilih untuk bermalam di Dusun Solop untuk saksikan bulan mengembang di lautan bergelimang cahaya. Untuk menunjang dan memanjakan pengunjung, Kawasan Ekowisata Solop saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas gazebo dan homestay. Sehingga memudahkan para pengunjung untuk sekedar beristirahat atau hendak menginap menikmati keindahan alamnya. Keramah-tamahan warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan siap menyambut pengunjung dengan senyuman. Dan bagi masakan laut (seafood) berupa jenis-jenis kerang yang tidak mudah ditemui di tempat lain. Seperti Siput Sedut, Lokan, Senteng dan sebagainya.  Objek Daya Tarik Wisata Pantai Seresah Solop Hutan Mangrove Tracking Way Kering Hutan Mangrove Tracking Way Basah Satwa Unik Pesut Elang Bondol Kuliner Khas Solop Memancing Pari Tumbuhan Laut Profil Pariwisata : Pepohonan Bakau (Mangrove) yang terpadu dengan pasir putih, pasir yang terbentuk dari pecahan kulit hewan dan tumbuhan laut. Lokasi : Pulau Cawan, Kecamatan Mandah Fasilitas Banana Boat Homestay Tracking Mangrove Menara Pantai Pompong Wisata Sampan Wisata Menara Mangrove Speed Boat Wisata Homestay Lanteng Homestay Bambang Homestay Muslim Homestay Suwin Homestay Waktu Kunjungan Ramai : Sabtu, Minggu dan Hari Libur khususnya Lebaran. Aksesibilitas Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Solop (Speedboat, ±90 menit)

Baca Selengkapnya
Bukit Condong 🏷️ Pariwisata & Budaya
22 Jun 2018

Bukit Condong

Bukit Condong merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang terletak di Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Kawasan ini berbatasan antara Provinsi Riau dan Jambi. Area Bukit Condong berada dikawasan penyangga  inti TNBT yang memiliki keanekaragaman hayati  puluhan bukit dan pematang disekitarnya, Bukit Condong merupakan puncak tertinggi berada di ketinggian 450 MDPL (meter diatas permukaan laut ) Bukit condong dikelilingi dengan pohon yang berusia ratusan tahun, selain menyimpan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah, daerah ini merupakan habitat asli satwa liar dilindungi  serperti tapir, siamang (ungko), burung kuau, simpai dan berbagai satwa lain Tak jauh dari bukit condong sekitar 400 meter dari camping ground bukit condong terdapat air terjun selensen salak yang merupakan bagian dari aliran sungai selensen salak dengan mata air berasal dari bukit condong, Anda akan dimanjakan keindahan pesona matahari terbit (sunrise) dengan ditemani selimut kabut seakan kita sedang berada Negeri diatas awan. Tak hanya sunrise, keindahan rona matahari terbenam (sunset) juga menawan. Camping ground bukit condong sendiri bukan merupakan puncak tertinggi dari kawasan bukit condong, total ada sembilan tingkatan lagi menuju puncak bukit condong dengan menawarkan keindahan tersendiri untuk tiap tingkatan ketinggian DAYA TARIK  Camping di Alam Terbuka di Gugusan Bukit Condong Mendaki Gugusan Bukit Condong menuju titik 450 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) Sunrise dan Sunset Sensasi berada di “NEGERI DI ATAS AWAN” Air Terjun Selensen Salak yang memiliki dinding batu setingggi sekitar 20 meter di kaki Bukit Condong Hutan alam tropis basah kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Suara Alam dari satwa liar antara lain Ungko atau Siamang dan suara burung yang saling bersahutan LOKASI Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning AKSESIBILITAS Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi – Kemuning (Jalan darat, ±4 jam) https://www.youtube.com/watch?v=PrV9l95BsiA https://www.youtube.com/watch?v=BrVpOzzNCyY

Baca Selengkapnya
Agrowisata Kelapa 🏷️ Pariwisata & Budaya
22 Jun 2018

Agrowisata Kelapa

Sensasi Kehidupan Petani di Negeri Hamparan Kelapa Dunia Mulai dari ujung Utara di Kecamatan Pulau Burung hingga ke Selatan di Kecamatan Reteh, perkebunan kelapa merupakan hal yang sangat lazim menjadi pemandangan di Kabupaten Indragiri Hilir. Luas Kebun Kelapa yang mencapai 400 ribu hektar, membuat Indragiri Hilir memang layak mendapat julukan “Negeri Hamparan Kelapa Dunia”. Tersebutlah suatu tempat bernama Parit Tanjung Pasir, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling. Di kampung yang berjarak tak sampai 1 jam dari Kota Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir itu, terhampar subur, menghijau tinggi, kebun-kebun kelapa masyarakat. Maka tak heranlah pula, kampung ini terpilih menjadi lokasi Field Trip pada Festival Kelapa Internasional, September 2017 lalu. Di lokasi yang kini terkenal ke suluruh dunia itu, kita dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat petani kelapa Indragiri Hilir. Tak cuma itu saja, kita bahkan juga bisa merasakan dan mengikuti langsung proses pemanenan kelapa hingga diolah menjadi kopra dan layak dijual ke luar negeri yang tak akan mudah kita temukan ditempat-tempat lain di dunia. Keringat yang mungkin anda keluarkan dalam mengikuti seluruh proses itu, tentu saja akan disuguhi dengan manisnya buah kelapa-kelapa segar disana. Hmmm…. inilah dia Indragiri Hilir Nan Molek, Negeri Hamparan Kelapa Dunia. Daya Tarik : Perkebunan Kelapa Tradisional Masyarakat Proses Pengusahaan Kelapa mulai dari memanen kelapa, menghilir puluhan ribu kelapa di sungai, mengambung dan menyolak. Sejarah Singkat : Perkebunan kelapa rakyat di Tanjung Pidada merupakan lokasi Field Trip saat Festival Kelapa Dunia yang menjadikan Indragiri Hilir pada 2017, sebagai Tuan Rumah. Di lokasi ini kita dapatkan berbagai sensasi agrowisata kehidupan petani kelapa tradisional Inhil. Lokasi : Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Tempuling (Jalan darat, ±1 jam)

Baca Selengkapnya
Air Terjun 86 🏷️ Pariwisata & Budaya
22 Jun 2018

Air Terjun 86

Air terjun yang memiliki ketinggian 30.86 meter ini dinamakan 86 karena terletak di kilometer 86 JAlan Raya Lintas Timur Sumatera. Air terjun yang masuk di wilayah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, tepatnya di Dusun Simpang Pendowo, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, ini merupakan air terjun alami yang berasal dari aliran sungai. Untuk mencapai air terjun 86, pengunjung harus menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer dari Selensen dengan kondisi jalan berupa jalan tanah yang hanya dapat dilalui dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat sejenis jeep. Menuju kelokasi air, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup curam. Namun perjuangan tersebut akan terbalas ketika mulai memasuki kawasan. Pengunjung akan dimanjakan dengan suasana alam yang masih asri. Belum lagi mata akan dimanjakan dengan bangunan rumah-rumah penduduk yang berupa rumah adat Melayu yang juga dinamakan Pesanggarahan. Sesampai di lokasi, pengunjung akan bebas mandi dan berenang di kolam air yang terdapat di sana karena cukup dangkal dan jernih. Lokasi yang landai membuat kawasan tersebut cocok untuk camping dan arena outbound. Lokasi Air Terjun 86 yang berada di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, membuat suasana sekitar air terjun ini kaya akan pesona flora dan fauna. Jika anda beruntung, anda akan dapat bertemu dengan burung Kuau (Argusianus argus argus) yang langka. Pesona burung berbulu lentik, apalagi saat menguakkan bulunya itu, tentu menjadi suatu sensasi suasana yang tak kan pernah anda rasakan dimanapun. DAYA TARIK Air Terjun 86 memiliki ketinggian 30.86 meter Pesona alami Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Burung Kuau yang langka LOKASI KM 86 Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Kemuning AKSESIBILITAS Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi – Kemuning (Jalan darat, ±4 jam)

Baca Selengkapnya

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang