Sabtu, 8 Agustus Agustus 2026 00:00:00 WIB
Admin

📰 Berita & Warta Terkini

Informasi terbaru seputar perkembangan pariwisata, kegiatan daerah, dan warta Indragiri Hilir

GEMA MUHARRAM 2017 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia 🏷️ Pariwisata & Budaya
21 Sep 2017

GEMA MUHARRAM 2017 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia

Gema Muharram merupakan sebuah momentum besar dalam peralihan Tahun Baru Hijriah, moment dimana secara kolosal dipanjatkannya beribu do’a atas nikmat syukur terhadap ALLAH SWT yang telah memberikan segala Rahmat_Nya keatas dunia. Kegiatan tersebut pada Tahun 2017 diisi dengan beebrapa rangkaian acara : Do’a Pergantian Tahun Tabligh Akbar Berbagai perlombaan keagamaan Pemecahan Rekor MURI ” Bunga Tabak Terbanyak “ Acara Puncak ISTIGHOTSAH 2017 Melalui Gema Muharram dapat kita petik sebuah pesan yang dalam, yaitu Sebuah Rasa Syukur atas Nikmat dan Berkah dari ALLAH SWT dan juga menjadi Motivasi menuju kesebuah perubahan besar didalam diri menuju insan yang bertakwa. Adapun pelaksanaan GEMA MUHARRAM Tahun 2017 di Indaragiri Hilir mulai dari tanggal 20 s/d 30 September 2017 bertempat di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan dan Di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.

Baca Selengkapnya
WORLD COCONUT DAY 2017 at INDRAGIRI HILIR 🏷️ Pariwisata & Budaya
20 Sep 2017

WORLD COCONUT DAY 2017 at INDRAGIRI HILIR

Perayaaan Hari Kelapa Internasional di Indragiri Hilir 09 s/d 11 September 2017 merupakan sebuah rangkaian acara yang mana salah satunya merupakan pemecahan rekor MURI yaitu ” Meminum Serentak 10.000 Butir Air Kelapa dan 500 Kuliner berbahan kelapa ” merupakan sebuah bentuk kreativitas dan rasa kebanggaan masyarakat Indragiri Hilir yang mendapat julukan Negeri Hamparan Kelapa Dunia. Luas perkebunan kelapa di Indragiri Hilir yang hampir mencapai 500.000 Hektar memang sudah semestinya perayaan besar ini dilaksanakan didaerah yang menjadi Gerbang Selatan dari propinsi Riau. Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan adalah Leading Sektor dari kegiatan tersebut seperti yang dikatakan oleh Junaidy Ismail S.Sos,M.Si selaku Kepala Dinas ” Momentum dari World Coconut Day 2017 bukan hanya seremonial semata-mata namun lebih jauh kegiatan ini adalah bentuk semangat Kepedulian masyarakat Indragiri Hilir terhadap Kelapa. World Coconut Day merupakan sebuah festival yang ditaja oleh APCC ( Asian pacific Coconut Community ) yang berangotakan 18 Negara penghasil kelapa, Tujuan dasar dari acara tersebut disamping ajang silaturrahmi antar negara juga merupakan wadah untuk memajukan dan mengembangkan usaha perkelapaan disetiap negara dengan pelaksanaan seminar bisnis hingga penyelesaian berbagai problema perkebunan kelapa. Rangkaian acara Worl;d coconut Day 2017 di Indragiri Hilir terdiri dari ; Malam Temu Ramah / Gala Dinner di Kediaman Bupati Indragiri Hilir Opening Stand World Coconut Day 2017 Opening Ceremony World Coconut Day 2017 Seminar kelapa International Field Trip World Coconut Day 2017 Acara Penutupan World Coconut Day 2017 Semoga dengan diadakannya World Coconut Day 2017 di negeri hamparan kelapa dunia Indragiri Hilir, maka inilah saatnya Indragri Hilir untuk menyapa dunia dengan ucapan ” SALAM KELAPA “

Baca Selengkapnya
Ini Dua Tempat Wisata di Inhil yang Paling Banyak Dikunjungi Selama Tahun 2016 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Aug 2017

Ini Dua Tempat Wisata di Inhil yang Paling Banyak Dikunjungi Selama Tahun 2016

TEMBILAHAN- Tidak hanya terkenal dengan tanaman kelapanya, di Inhil juga terdapat beberapa tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Seperti Pantai Solop, Makam Tuan Guru Syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari di Sapat, Air Terjun 86 dan Air Terjun Tembulun Rusa. Namun demikian, dari beberapa tempat itu, hanya dua tempat yang paling banyak pengunjungnya selama tahun 2016, yaitu Pantai Solop dan Makam Tuan Guru Syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari di Sapat. Seperti yang dikatakan Bupati Inhil, HM Wardan, dari dua tempat itu, terdapat sebanyak 38.815 orang yang berkunjung ke sana, dengan rincian Pantai Solop sebanyak 18.947 orang dan Makam Tuan Guru Syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari sebanyak 19.868 orang. ”Dari dua tujuan wisata tersebut terdapat peningkatan kunjungan yang signifikan dari tahun 2015 sebanyak 2.890 orang, sedangkan tahun 2016 sebanyak 38.815 orang, dengan persentase 1.243,08,” tukas HM Wardan. Untuk diketahui Pantai Solop adalah pantai pasir putih yang terletak di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah. Berbeda dengan pantai lainnya yang terdiri pasir dan batu-batuan, untuk Pantai Solop pasirnya merupakan pasir dari hasil fosil hewan laut seperti kerang-kerangan, siput dan sejenisnya yang dikenal dengan nama pasir sersah. Sementara itu, Makam Tuan Guru Syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari terletak di Parit Hidayat Sapat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra). Mukhti Kerajaan Indragiri itu banyak memiliki murid yang berasal dari Negeri Malaysia, Singapura dan daerah Kalimantan, Jambi, Palembang dan sebagainya.P2Tuan Guru meninggal pada tanggal 10 Maret 1939, makamnya sampai sekarang masih banyak didatangi penziarah lokal dan wisatawan dari Negara Malaysia. Komplek Peninggalan Tuan Guru ini berupa Cangkup Makam, Mesjid yang didirikan pada abad ke-19 dan rumah peristirahatan. Selain itu obyek wisata sejarah lainnya yaitu: Makam dan Benteng Panglima Besar Tengku Sulung, Makam Keramat di Kota Baru serta Rumah Kuning Peninggalan Belanda di kawasan Tanjung sebelah barat Kota Guntung dan sebagainya.(adv)

Baca Selengkapnya
Pacu Sampan Leper, Kekayaan Lokal Inhil yang Harus Tetap Dilestarikan 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Aug 2017

Pacu Sampan Leper, Kekayaan Lokal Inhil yang Harus Tetap Dilestarikan

RIAUONE.COM, TEMBILAHAN –  Agenda tahunan Pacu Sampan Leper di Kabupaten Indragiri Hilir resmi dibuka oleh Bupati Inhil HM Wardan yang diwakili H Rudiansyah Asisten 2 Setda Inhil, Minggu (24/7/2016). Kompetisi mendayung sampan di atas lumpur tersebut dijadwalkan selama dua hari di lokasi Kuala Getek. Kegiatan event wisata itu dihadiri Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil Dani Nursalam, Dandim Kodim 0314 Inhil, Kapolres Inhil, Perwakilan Pengadilan Negeri Tembilahan, Kepala Pengadilan Agama, Kepala Disporbudpar Inhil dan pejabat SKPD lainnya. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau melalui Bidang Promosi , pada kesempatan itu menyebutkan momen ini merupakan kekayaan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Inhil yang harus dijaga dan dikembangkan kelestariannya. “Kekayaan suatu daerah itu patut dijaga dan dikembangkan, selain menjadi sumber ekonomi kreatif dan juga menjadi sebuah destinasi wisata,” ucapnya. Selain itu, Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi perhatian khusus, memiliki tempat yang tidak terkontaminasi oleh pasang surut dan bisa menarik wisatawan luar. “Semoga ini bisa lebih mantap, memiliki tempat yang dikhususkan yang tidak terpengaruh oleh pasang dan surut,” sebutnya.(adv/san)

Baca Selengkapnya
Pantai Gusung di Inhil Jadi Tempat Wisata Dadakan 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Aug 2017

Pantai Gusung di Inhil Jadi Tempat Wisata Dadakan

Masyarakat Inhil Ramai mengunjungi pantai Gusung RIAUONE.COM, INDRAGIRI HILIR – Fenomena pasir timbul yang biasa masyarakat Kelurahan Sapat menyebutnya dengan “Gusung” kini muncul lagi di pertengahan Sungai Indragiri antara Kelurahan Sapat dan Hidayat Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri, Rabu (04/05/2017). Fenomena Alam ini selalu menjadi wisata dadakan bagi masyarakat Sapat dan Hidayat Teluk Dalam, dikarenakan jarang bisa dijumpai Penomena seperti ini dan setahun hanya muncul 1 minggu antara pukul 14.00 sampai pukul 17.00 Wib. Panjang bentangan garis pantai pasirnya diperkirakan sejauh 1 Km, mulai dari pertengahan Sapat sampai pertengahan Parit 15 Hidayat Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri. Penomena Alam ini sangat membawa berkah bagi kalangan pemilik Speed Boat. “Gusung ini merupakan karunia Allah Ta’ala yang patut kita syukuri. Setahun sangat jarang dia muncul, anehnya setiap selesai Haulan Tuan Guru Syeikh Abdurrahman Siddiq Albanjari sekitar bulan Sya’ban tidak lama gusung akan muncul. Dan ini sangat membawa berkah bagi kalangan supir, dari Sapat ke Gusung pulang pergi (PP) dikenakan biaya Rp. 10.000,- sangat murah sekali makanya ramai dikalangan anak sekolah yang ingin pergi ikut menyaksikan Penomena Gusung tersebut,” ujar Zaini Dahlan yang merupakan salah satu supir Speed Boat Sapat. Sementara itu, Umi Raudathul Jannah salah menuturkan bahwa ia datang bersama teman-teman sekolahnya. “Saya bersama rekan rekan SMA Negeri Bina Bhakti Sapat sangat terhibur dengan adanya gusung ini. Apalagi Sapat tidak punya pantai pasir, maka dari itu kebetulan gusung ini muncul kami pun Insya Allah pasti selalu mengunjunginya, mengingat untuk pergi wisata pantai kedaerah lain sangat jauh dan juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan pergi ke gusung ini hanya dengan Rp. 10.000 sudah bisa PP,” tuturnya.(hrc)

Baca Selengkapnya
Pompong Hias Warnai Sungai Indragiri Hilir 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Aug 2017

Pompong Hias Warnai Sungai Indragiri Hilir

GagasanRiau.Com Tembilahan – Ketika mendengar kata Pompong masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak asing lagi dengan nama itu. Dimana Pompong digunakan oleh masyarakat Indragiri Hilir untuk transportasi mereka, sebab sebagian masyarakat setempat bertempat tinggal disisi perairan Indragiri hilir. Pompong  (Kendaraan laut) dengan alat tenaga penggerak menggunakan mesin diesel ini merupakan ikon masyarakat Indragiri Hilir yang digunakan oleh masyarakat pesisir berpergian melalui perairan sungai Indragiri menuju Ibu Kota Tembilahan. Hari ini, Senin (3/10/2016) untuk mengangkat budaya lokal masyarakat Indragiri Hilir, masyarakat Desa Sungai Intan menggelar Iven Festival Sungai Indragiri ketiga dengan budaya lokal berupa Pompong Hias dalam rangka memperingati Gema Muharam 1438 H. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Inhil HM Wardan yang diwakili oleh Asisten II Kabupaten Inhil, Rudiansyah, Anggota DPRD Inhil Yusuf Said, SKPD Inhil, Polres Inhil, Kodim 0314, Camat Tembilahan Hulu Dhoan Dwi Anggara, Upika Tembilahan Hulu, Seluruh Kepala Desa Se-Kecamatan Tembilahan Hulu, serta ribuan masyarakat Indragiri Hilir. “Dengan digelarnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Inhil sangat mengapresiasi dimana kegiatan ini sebagai ajang hiburan masyarakat sekaligus menggemakan tahun baru Islam. Semoga kedepan kegiatan tradisional ini menjadi iven kegiatan tahunan. Sebab Pompong adalah simbol kearifan masyarakat Inhil, ” ucap Wardan yang diwakili oleh Asisten II Kabupaten Inhil, Rudiansyah. Bupati Wardan juga berharap kegiatan tradisional ini bisa diselenggarakan menjadi kegiatan tahunan, guna melestarikan kegiatan-kegiatan masyarakat Inhil. “Untuk itu saya berharap kepada instansi terkait agar mensufot dan mendukung terus budaya tradisional. Dan kepada masyarakat, saya menyampaikan ucapan terimakasi sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dengan kegiatan ini sekaligus merayakan tahun baru islam, semoga kita memaknai pergantian tahun islam, menjadi pribadi yang baik,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Ependi saat diwawancarai oleh GagasanRiau.com mengungkapkan  bahwa pelaksanaan festival tersebut merupakan kegiatan yang ketiga kali ditahun yang ketiga yang diikuti oleh seluruh Desa di Kecamatan Tembilahan. . “Perayaan di tahun ke 3 ini Alhamdulillah dapat diikuti seluruh Desa yang ada di Tembilahan Hulu, menjadi sebuah peningkatan karena sebelumnya hanya antar RT/RW,” kata Ependi. Beliau berharap kedepannya Iven tersebut bisa lebih meningkat lagi, baik peserta dan juga pelaksanaannya yang akan diupayakan menjadi iven tahunan masyarakat Indragiri hilir. Untuk diketahui, fawai Pompong Hias tersebut diawali dengan pelepasan bibit ikan secara simbolis oleh Bupati HM Wardan yang diwakili Asisten II dan didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, anggota DPRD Inhil Yusuf Said, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Junaidi, Perwakilan Dinas Perikanan Inhil, Camat Tembilahan Hulu Dhoan Dwi Anggara, Kepala Desa Sungai Intan Ahmad Efendi. Selanjutnya melaksanakan pawai pompong di sungai Indragiri menuju ke Tembilahan, dan diikuti peserta pompong hias sebanyak 22.

Baca Selengkapnya
Bumi Serumpun 🏷️ Pariwisata & Budaya
19 Aug 2017

Bumi Serumpun

Festival Bumi Sri Gemilang merupakan seni serumpun yang sudah digelar 13 kali sejak tahun 2004 lalu. Adapun sanggar yang hadir pada gelar seni serumpun ini antara lain, Sanggar Era Dance Theatre Limited Singapura, Sanggar Bahiyya Dancer Troupe Malaysia, Sanggar Ratnasari Jakarta, Sanggar tari CSPC Serdang Bedagai Sumatra Utara, Sanggar Rumah Gadang, Solok-Sumbar, Sanggar Pinang Merah, K. Tungkal – Jambi, Sanggar Seni Kuantan Mekar, Kuansing, Sanggar Citra Sebati, Tembilahan, Sanggar Sri Gemilang, Tembilahan Untuk itulah Festival Gelar Seni Serumpun kita gelar. Melalui event budaya dan kesenian inilah hubungan antar negeri dan bangsa dapat semakin erat. Selain itu tentulah hubungan silaturahmi kita dapat semakin berkekalan, Event yang digelar, selain dapat menjadi wadah sanggar-sanggar seni yang ada di Inhil dalam berekspresi juga dapat sebagai pembelajaran dengan datangnya sanggar-sanggar seni luar. “Inilah cara kami Pemkab Inhil memberikan ruang berekspresi bagi insan seni yang ada di Inhil ini. Selain itu, kita juga mengharapkan kedatangan para tamu kita dari luar ini tentunya daat menjadi bahan perbandingan dan pembelajaran agar sanggar-sanggar seni kita ke depannya dapat lebih baik.

Baca Selengkapnya
Lomba Sampan Selodang Kini Jadi Event Pariwisata Indragiri Hilir 🏷️ Pariwisata & Budaya
19 Aug 2017

Lomba Sampan Selodang Kini Jadi Event Pariwisata Indragiri Hilir

TYPORAPHY (Infoinhil.com) – Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyatakan Lomba Sampan Selodang telah ditetapkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil sebagai wisata tahunan tingkat Kabupaten Inhil yang digelar di Kecamatan Gaung. Pernyataan ini disampaikan beliau saat membuka secara resmi penyelenggaraan Perlombaan Sampan Selodang di Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, Rabu (26/4/17). “Seharusnya, 20 Kecamatan di Inhil dapat berpartisipasi dalam even lomba ini karena telah ditetapkan sebagai even wisata Tingkat Kabupaten. Kedepan, saya minta kepada Disporabudpar untuk menyurati seluruh Kecamatan agar dapat ikut serta dalam ajang khas Kecamatan Gaung ini,” katanya. Sebelum membuka kegiatan, Bupati Wardan dalam sambutannya mengatakan, selama 3 tahun terakhir, dirinya senantiasa menghadiri perlombaan sampan selodang di Kecamatan Gaung. “Jadi, termasuk tahun ini, menjadi tahun ke – 4 saya hadir dalam even lomba sampan selodang ini,” ujar Wardan. Tidak lupa, Bupati Wardan mengapresiasi pihak panitia penyelenggara atas kerja keras yang dilakukan dalam mempersiapkan lomba. Sementara itu, Camat Gaung, Nurmansyah HR mengungkapkan, kebahagiaan yang begitu besar kepada Bupati Wardan yang senantiasa hadir dalam setiap penyelenggaraan rangkaian kegiatan peringatan Milad Kecamatan Gaung, termasuk Lomba Sampan Selodang. “Tak hanya itu, kebanggaan saya juga datang dari wujud kepedulian Pak Wardan terhadap kemajuan bidang kepemudaan dan olahraga, khususnya pada penyelenggaraan lomba sampan selodang dalam rangka memperingati Milad ke-21 Kecamatan Gaung dengan memberikan hadiah bagi juara pertama berupa seekor lembu,” ujarnya. Dalam Lomba Sampan Selodang ini, Bupati Wardan menyumbangkan hadiah seekor lembu bagi Juara Pertama. Sedangkan, untuk Juara kedua, ketiga dan keempat, akan memperoleh hadiah masing – masing berupa 3 ekor kambing, 2 ekor kambing dan 1 ekor kambing. Pada Perlombaan Sampan Selodang ini, Juara I diraih oleh tim peserta yang berasal dari Kuala Lahang. Sedangkan, untuk Juara II, III dan IV berhasil direbut oleh tim peserta yang masing – masing berasal dari Sungai Baru, Teluk Merbau dan Lahang Tengah. (adv/diskominfo/my).

Baca Selengkapnya

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang