📅 Agenda Festival & Event Daerah
Pantau seluruh jadwal event kebudayaan, pagelaran seni, festival pariwisata, dan agenda kepemudaan di Kabupaten Indragiri Hilir.
🏷️ Event Pariwisata
Festival Sampan Leper
Indragiri Hilir
Pada umumnya, sampan merupakan alat transportasi yang digunakan di air. Namun apa jadinya jika sampan digunakan diatas lumpur. Nah, inilah mahakarya masyarakat Indragiri Hilir khususnya Kuala Getek, Kecamatan Tembilahan. Sebagai masyarakat yang hidup dikawasan 'Seribu Parit' dengan kondisi alam yang pasang surut, tidak mematahkan semangat masyarakat untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. Sampan Leper adalah sampan berukuran 1x3 meter yang didesain khusus untuk bisa dikayuh diatas lumpur.Jika secara umum kita memahami bentuk sampan kerucut dibagian bawahnya, namun tidak dengan Sampan Leper. Sampan Leper dibentuk pipih (leper) dibagian bawahnya. Tujuannya adalah saat melintasi lumpur yang padat, bagian bawah tersebut dapat berseluncur dengan mulusnya. Sampan Leper kini menjadi salah satu objek daya tarik wisata di Kabupaten Indragiri Hilir. Dapat pula dikatakan sebagai iven langka di dunia. Setiap musim surut tiba, diadakan iven berbentuk lomba yang menampilkan kebolehan masyarakat dalam mengayuh sampan diatas lumpur.Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sekitar bulan Juli saban tahunnya. Sebab pada masa itulah, air disekitar Kuala Getek, Sungai Batang Tuaka, surut dan hanya menyisakan lelumpuran yang padat. Mahakarya Sampan Leper merupakan wujud semangat masyarakat sepanjang Sungai Batang Tuaka, khususnya Suangai Luar, dibalik Legenda si Anak Durhaka. Cerita kejayaan Suangai Luar yang pernah menjadi bandar niaga besar dan ramai, namun tak membuat surut langkah masyarakatnya kala bandar mulai ditinggal akibat pendangkalan yang membuat sungai kini penuh lumpur.Disanalah tercipta mahakarya Sampan Leper, moda transportasi yang mampu membelah lumpur, siap menghantarkan apa saja yang menjadi penumpangnya, khususnya hadil-hasil pertanian yang kini melimpah sebab tanah telah subur dibalik pendangkalan Sungai Batang Tuaka. Jika anda tak dapat masa berkunjung saat iven digelar, jangan takut. Sehari-hari hinga kini, sampan leper masih banyak digunakan masyarakat khususnya didaerah Pekan Arba. Disanalah awalnya Festival digelar, sebelum kini bergeser didaerah Kuala Getek, mengingat mudahnya penonton untuk melihat dari tepian Jembatan Tasik Gemilang yang membelah Sungai Batang Tuaka. Kelucuan peserta yang bersusah payah mengayuh dan terkadang terjatuh di lumpur menjadi tontonan yang cukup menghibur bagi masyarakat yang datang, bahkan dari mancanegara. Objek Daya Tarik Wisata : Pacu Sampan Leper Pacu Sampan Pengasuh Kelapa Sejarah Singkat : Sampan Leper adalah sampan yang didisain untuk bisa dikayuh diatas lumpur. Juga sebuah mahakarya masyarakat Indragiri Hilir di dalam menghadapi fenomena alam yang telah lumrah terjadi di rawa-rawa, yakni terjadinya pasang surut air sungai. Lokasi : Kuala Getek, Tembilahan Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Getek (Jalan darat, ±20 menit)
🏷️ Event Pariwisata
Festival Menongkah
Indragiri Hilir
Diantara ragam ras berbagai suku yang mendiami Kabupaten Indragiri Hilir, terdapatlah pula kelompok Suku Duano. Dari catatan sejarah, Suku Duano merupakan suku Anak Laut yang termasuk ras Proto Malay (golongan Melayu Tua) di Riau. Suku ini sudah ada sejak tahun 2500 SM sampai dengan 1500 SM. Mereka berdiam di pinggir pantai atau teluk-teluk di pesisir Timur Indragiri Hilir. Suku ini termasuk suku nomaden, artinya mereka suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pulau ke pulau lain atau dari satu ceruk ke ceruk lain. Sebagai ‘orang laut’, yang terkenal akan kegigihannya, masyarakat Suku Duano tidak patah semangat untuk hidup di Indragiri Hilir yang terkenal akan alamnya yang keras. Salah satunya terlihat dari budaya tradisi menongkah yang menjadi warisan budaya Suku Duano. Tradisi menongkah yang menjadi warisan budaya suku duano. Tradisi ini terbilang unik dan langka di dunia. Menongkah merupakan aktifitas menangkap kerang (Anadar Granosa) di hamparan padang lumpur dengan menggunakan sebilah papan seperti papan tersebut terbuat dari pohon besar yang sudah tua. Sekilas aktifitas menongkah ini mirip dengan peselancar, hanya saja objek dan teknik yang digunakan jauh berbeda dengan selancar. Tradisi menongkah merupakan wujud semangat Suku Duano menghadapi alam pasang surut Indragiri Hilir. Jikala surut tempas, meninggalkan pantai seresah berlumpur yang luas, disanalah Suku Duano akan menongkah berburu kerang. Mereka berselancar di lumpur dengan menggunakan papan selancar. Dengan mendayungkan kaki dan tangan menolak lumpur agar papan bisa melesit di atas lumpur, disanalah pula kerang-kerang segar siap dikumpulkan. Melalui semangat Suku Duano, kini saban tahun (setiap Juli) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Festival Menongkah. Bertempat di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, ribuan masyarakat akan berkunjung menyaksikan festival warisan budaya ini. Sebagai pengunjung, kita pun dapat merasakan bagaimana sensasi selancar lumpur yang diperlombakan disana, sembari mengumpulkan kerang-kerang di atas pantai lumpur yang mempesona. Kita juga dapat ikuti iven merapah yakni berlari diatas lumpur. Objek Daya Tarik Wisata : Pantai Seresah Bidari Menongkah Kerang Merapah (Berlari diatas lumpur) Lokasi : Tanjung Pasir Bekawan Concong Luar Pulau Basu Kecamatan : Tanah Merah dan Concong Rangkaian Festival : Menongkah dengan cara menangkap kerang (Anadar Granosa) dihamparan padang lumpur dengan menggunakan sebilah papan seperti papan seluncur, berjalan di lumpur/menapak. Lomba Menongkah kerang terbanyak dalam waktu tertentu. Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan - Tanah Merah (Speedboat, ±45 menit)
🏷️ Event Pariwisata
Festival Sungai Indragiri
Indragiri Hilir
Ketika mendengar kata Pompong masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak asing lagi dengan nama itu. Dimana Pompong digunakan oleh masyarakat Indragiri Hilir untuk transportasi mereka, sebab sebagian masyarakat setempat bertempat tinggal disisi perairan Indragiri hilir. Pompong (Kendaraan laut) dengan alat tenaga penggerak menggunakan mesin diesel ini merupakan ikon masyarakat Indragiri Hilir yang digunakan oleh masyarakat pesisir berpergian melalui perairan sungai Indragiri menuju Ibu Kota Tembilahan. untuk mengangkat budaya lokal masyarakat Indragiri Hilir, masyarakat Desa Sungai Intan menggelar Iven Festival Sungai Indragiri ketiga dengan budaya lokal berupa Pompong Hias dalam rangka memperingati Gema Muharam 1438 H. “Dengan digelarnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Inhil sangat mengapresiasi dimana kegiatan ini sebagai ajang hiburan masyarakat sekaligus menggemakan tahun baru Islam. Semoga kedepan kegiatan tradisional ini menjadi iven kegiatan tahunan. Sebab Pompong adalah simbol kearifan masyarakat Inhil, “Untuk itu saya berharap kepada instansi terkait agar mensufot dan mendukung terus budaya tradisional. Dan kepada masyarakat, saya menyampaikan ucapan terimakasi sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dengan kegiatan ini sekaligus merayakan tahun baru islam, semoga kita memaknai pergantian tahun islam, menjadi pribadi yang baik Nama Event : Festival Sungai Indragiri Tanggal Event : 21 September Tempat Acara : Desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu Deskripsi Iven : Festival Sungai Indragiri diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriah yang diselingi lomba pompong hias yang mana kita ketahui bahwa masyarakat Indragiri Hilir dalam menggunakan transportasi sebagai kendaraan bermotor melintasi sungai-sungai yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.
🏷️ Event Pariwisata
Pemilihan Bujang dan Dara
Indragiri Hilir
Nama Event : Bujang Dara Tanggal Event : 9-10 Agustus Tempat Acara : Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Deskripsi Iven : Ajang Bujang Dara ini diadakan untuk melestarikan nilai-nilai Budaya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu juga memberdayakan kemampuan mental bujang dara Inhil untuk dilatih di uji pengetahuannya baik pengetahuan Budaya maupun Kepariwisataan daerah khususnya di Indragiri Hilir.
🏷️ Event Pariwisata
Festival Bumi Sri Gemilang
Indragiri Hilir
Festival Bumi Sri Gemilang merupakan seni serumpun yang sudah digelar 13 kali sejak tahun 2004 lalu. Adapun sanggar yang hadir pada gelar seni serumpun ini antara lain, Sanggar Era Dance Theatre Limited Singapura, Sanggar Bahiyya Dancer Troupe Malaysia, Sanggar Ratnasari Jakarta, Sanggar tari CSPC Serdang Bedagai Sumatra Utara, Sanggar Rumah Gadang, Solok-Sumbar, Sanggar Pinang Merah, K. Tungkal – Jambi, Sanggar Seni Kuantan Mekar, Kuansing, Sanggar Citra Sebati, Tembilahan, Sanggar Sri Gemilang, Tembilahan Untuk itulah Festival Gelar Seni Serumpun kita gelar. Melalui event budaya dan kesenian inilah hubungan antar negeri dan bangsa dapat semakin erat. Selain itu tentulah hubungan silaturahmi kita dapat semakin berkekalan, Event yang digelar, selain dapat menjadi wadah sanggar-sanggar seni yang ada di Inhil dalam berekspresi juga dapat sebagai pembelajaran dengan datangnya sanggar-sanggar seni luar. “Inilah cara kami Pemkab Inhil memberikan ruang berekspresi bagi insan seni yang ada di Inhil ini. Selain itu, kita juga mengharapkan kedatangan para tamu kita dari luar ini tentunya daat menjadi bahan perbandingan dan pembelajaran agar sanggar-sanggar seni kita ke depannya dapat lebih baik Nama Event : Festival Bumi Sri Gemilang Tanggal Event : September Tempat Acara : Di Kota Tembilahan Deskripsi Iven : Inti awalnya pagelaran tari yang sifatnya seni serumpun di kawasan Asean. Untuk menunjang tali silaturahmi antar Negara agar menambah wawasan tentang perkembangan seni dengan cara berkolaborasi dalam saru paket kegiatan yang diisi dengan perlombaan sekaligus gelar serumpun.