Berita

Tutup Festival Ekowisata Solop, Bupati Wardan Bergantian Baca Puisi dari Penyair Inhil

MANDAH– Bupati Inhil HM Wardan secara resmi menutup Festival Ekowisata Solop 2017 yang ditaja oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Inhil, Minggu (17/12/2017).

Kepala Disporabudpar Inhil, Junaidy Ismail dalam laporan kegiatannya menuturkan, setelah digelar lebih kurang seminggu sejak 12 Desember 2017, berbagai kegiatan perlombaan telah dilaksanakan, antara lain lomba pacu sampan di dalam kanal sekitar area Sungai Keceng, Desa Pulau Cawan yang mana pesertanya berasal dari masyarakat desa setempat dan telah menyelesaikan babak finalnya pada Jum’at (15/12/2017).

Bahkan untuk lomba lagu melayu Sersah Pantai Solop, penyisihan atau audisi telah telah di mulai sejak 1 Oktober 2017 di Tembilahan dan menyisakan 10 peserta terbaik yang bertarung di pentas final sebelum acara penutupan Festival Ekowisata Solop.

Namun yang paling menarik dan berbeda dari pelaksanaan Festival ini adalah, peluncuran buku Antologi Puisi 7 Penyair Dari Indragiri Hilir “Sayap Waktu Mutiara Hikmah” yang juga turut tampil membacakan puisi mereka didukung oleh penampilan sanggar theater bengkel kreasi Tembilahan dan Majelis Melayu Pekanbaru.

“Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka festival ekowisata solop eko, pada kesmelatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih. Alhamdulillah bagi para penyair sangat memberikan kesan kepada penyair,” tutur Junaidi yang mengakhiri laporannya dengan membacaka sebuah puisi.

Bupati Inhil HM Wardan yang hadir didampingi Ketua TP PKK Inhil Hj. Zulaikhah Wardan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menyanbut baik dan menyampaikan penghargaan yang setinggi – tingginya atas kegiatan yang telah dipersiapkan jauh – jauh hari ini.

“Berdasarkan penjelasan pak Kadispora, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sudah dirancang, malah kegiatan lagu melayu jauh sebelumnya dipersiapkan,” ujar Bupati Inhil dalam sambutannya.

Mengenai perlombaan yang digelar oleh Panitia, Bupati Inhil memberikan masukannya untuk mengembangkan berbagai kegiatan untuk lebih menarik minat masyarakat dalam dan luar Inhil dapat datang ke Pantai Solop.

Seperti halnya perlombaan sampan kanal yang menurut Bupati perlu untuk dikembangkan dengan memperluas, memperdalam lagi Sungai Keceng yang menjadi arena lomba.

“Kita panjangkan lagi (sungai keceng) agar juga bisa mengitari hutan mangrove, sehingga menambah daya tarik wisata pantai solop. Pengunjung, turis dapat menikmati mengayuh sampan mengitari mangrove, ini menjadi daya tarik sendiri untuk kita kembangkan kedepannya,” tukas Bupati.

Melihat potensi dan banyaknya segi positif dari penyelenggaraan festival ekowisata solop, Bupati Inhil menganjurkan Disporabudpar untuk terus melanjutkan iven dengan diisi kegiatan yang lebih menarik dan kemasan yang lebih baik lagi.

“Dianjurkan diteruskan, festival ini diprogramkan lagi akan datang dan lebih terprogramkan lagi, mungkin tahun ini penyair Riau asal Inhil, tahun depan penyair mancanegara,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati menuturkan, melalui iven seperti ini dapat memunculkan potensi dan karya yang sudah dihasilkan oleh anak – anak Inhil, namun masih belum terpromosikan.

“Sudah banyak pencipta lagu terbaik putra putri terbaik kita tentang pantai solop. Saya melihat generasi muda kita yang ada di Inhil ini sangat berpotensi sekali, baik itu sebagai penyair maupun pencipta lagu. Saya pikir sudah banyak karya yang sudah diciptakan oleh anak inhil ini, hanya saja promosinya kurang, oleh kare itu melaui acara ini dapat kita tampilkan,” ujar Bupati.

Sementara itu, Herman Rante seorang penyair yang didaulat sebagai perwakilan 7 penyair asal Inhil yang memang diundang khusus menyampaikan rasa terimakasih dan bahagianya bisa diundang dan datang ke Pantai Solop, karena memang tidak semua pernah datang ke Desa Pulau Cawan tersebut.

“Saya selaku perwakilan 7 penyair , 4 orang bermukim di Pekanbaru dan 3 di Inhil tak ada bedanya, kami merasa terimakasih yang amat mendalam telah mengundang kami. karena ada beberapa yang belum sampai ke solop dan tadinya hanya mendengar lagu saja, sekarang sudah melihat secara nyata inilah pantai solop yang begitu indah tiada tandingannya menurut kita,” ujar Herman dalam sambutannya. – TRIBUNTEMBILAHAN.COM

Related Articles

Back to top button